Jumat, 31 Juli 2015

MAHAMERU YANG TELAH LAMA INGIN DITUJU (Catatan Perjalanan III)


Menuju ½ perjalanan (camp Kalimati)

Pukul 10.00 kami mulai bergerak untuk menuju camp selanjutnya dengan diharuskan menapaki tanjakan yang sarat akan mitos asmara tersebut. Lurus membentang menantang kami untuk mencoba sensasi kepercayaan yang selama ini dihembuskan dan telah menjadi bagian dari rute pendakian Semeru ini. Medan yang disuguhkan memang terlihat berat, tanjakan kurang lebih 100 meter itu sepertinya ingin menguji kesabaran setiap mereka yang melewatinya. Menguji keimanan seseorang mengenai urusan yang dighaibkanNya agar pada kesempatan itu dapat terpatrikan kedalam prasasti hidup jika mereka lulus melewatinya (hadeh, ada-ada aja). Berhubung jarak bekas tempat mendirikan tenda jauh dengan dengan start  awal tanjakan, kami berinisiatif mengambil jalur diagonal untuk memperpendek jarak dan berharap dapat sedikit mempersingkat waktu tempuh. 

Kriwikan dadi grojokan (Natural Water fall "SEMUNCAR")


Begitulah judul menjelaskan sekelumit tentang sebuah aliran air di  salah satu sisi badan Gunung Merbabu. Air terjun yang banyak memberi pelajaran tentang arti sebuah kedermawanan untuk memberi tiada henti, walau tidak melimpah tapi ia selalu tetap dalam keistiqomahan. Darinya kita jadi tahu bahwa tak semua aliranya berada dipermukaan tapi juga terserap mengalir didalam, dinginnya tak sesegar di hulu sana namun tetap memberi kesejukan yg ada di daratan. Darinya  kita jadi ingin seperti air walupun jauh nan luas tujuan yg kan gapai, berbagai cara yg ia tempuh, tetap akan kembali keasalnya, dan selalu memberi kebermanfaatan untuk apa yg dilaluinya. Dan yg terpenting ia tetap alami dan selalu menyejukkan.

Selasa, 28 Juli 2015

Sebuah Perenungan Tentang Keajaiban Cinta (cover Heaven - Bryan Adams )


Note:
" Karena hidayah ataupun cinta tak akan datang sendiri, tempat itu mengajarkan kita tentang cinta dan mendekatkan kita dengan hidayahNya. Kita yang mencari, kita yang mendaki, kita yang menikmati dan semoga kita termasuk yang terilhami dengannya. (baca cinta)

Cinta tak sekedar hanya milik berdua!! Cinta milik bersama, milik semua makhluknya yang akan bermuara kepada Penciptanya, sang Maha Cinta!!!

dan Cinta kepada mu "entah insan yang mana" adalah salah satu bagian dari turunan cinta hakiki itu. Ia yang kelak kan mereka ajak mengenal semesta, di tempat yang selalu mengingatkan mereka tentang arti sebuah penciptaan dan kemahabesaran baik di Bangun, berjalan, berbaring atau tidurnya.
dan akhirnya hidayah itu lambat laun mencerahkan dan men"sampaikan" Qalbu kita tentang arti sebuah cinta hakiki/sejati, yaitu cinta yang tidak menomer dua-tiga-empatkan cinta kepada Rabbnya"