Untukku - Alm. Chrisye
(Sebuah lagu tentang arti Kesetiaan)
Untukku, adalah salah satu lagu yang bisa menjadi senandung favorit untuk melewatkan hari-hari dan kembali menyalakan harapan yang mungkin telah lama padam. Senandung yang dilantunkan Almarhum Mbah Chrisye ini seakan ingin menjelaskan keteguhan/ keistiqamahan seseorang untuk menanti belahan hati. Menanti yang bukan berarti optimis terhadap takdir yang kelak mungkin akan mempertemukannya dengan pujaan hatinya tapi lebih bagaiamana ia mengisi hari-hari penantiannya dengan hal-hal yang membuat ia terpantaskan untuk mendapatkannya, bertemu dengannya digerbang kehalalan. Entah siapa? dimana? bagaimanakah ia?
Cinta memang sesuatu hal yang benar-benar dighaibkanNya. Datang tak diundang pergipun sulit untuk dihilangkan. Cinta memang di anugrahkan oleh sang Pencipta bagi semua mahlukNya. Bahkan hewan buaspun diberikanNya cinta hingga ia menyayangi anak-anaknya dan juga keluarganya, singa misalnya. Walaupun Sang Maha Cinta hanya menurunkan 1 dari 100 rahmat cinta kedunia (yang ke 99 akan diberikan di Akherat kelak) toh mereka akhirnya saling berkasih sayang tanpa ada penghalang, termasuk insan yang di paparkan dalam setiap bait-bait senandung untukku itu.
"Walau keujung dunia, pasti akan ku [ia] Nanti (tunggu)", sebagai sebuah realisasi cinta yang menuntut perindunya selalu menjaga kesetiaan kepada yang dicintainya, insan?? bahkan diharapkan jauh daripada itu. Kesetian mungkin juga salah satu bentuk turunan dari Keikhlasan bahwa apa yang telah diberikan dan dikondisikan oleh Sang Maha cinta patut untuk sepenuh hati kita terima dan jaga. Dengan menjaga cinta kepada Rabbnya dengan Ketaqwaan dan keistiqamahan, bukan tak mungkin Hilir-hilir cinta itu akan tetap terjaga,seperti Kesetiaan, Kasih sayang, perhatian kepada pasangan, keluarga, saudara dll. Jernih mengalir memberikan kesejukan didalam relung-relung sanubari dan alirannya diharapkan tetap akan terus mengalir hingga bertemu dengan sungai-sungai yang diatasnya terdapat surga janji Arrafikul A'la kepada hamba-hambanNya.
Sebagimana kisah cinta yang di lalui Syidina Ali dan Fatimah Azzahra. Sebuah cinta yang dilandaskan pada Cinta kepada Penciptanya dengan Keistiqamahan menjadi bukti realisasinya. Walau ujian datang bertubi yang memungkinkan tergoyahkannya keteguhan hati, Ikhlas hadir untuk tetap mempertahankan harapan Sayidina Ali dalam jalur yang digariskan oleh Allah Swt. Syaidina Ali itupun memilih keberanian sebagai jembatan menuju kesana, yang sebenarnya ia sudah dekat dengan takdir cintanya. Hingga hari itu tiba, gerbang kehalalan akhirnya dibuka oleh sang pemegang kuncinya. Akhirnya Syaidina Ali dengan berbagai macam keterbatasannya mempersunting Fatimah Azzahra dengan tekad dan keberaniannya.Ini Kisah Lengkapnya Era Muslim.com
Jodoh tak kemana, tinggal kita siap dan berusaha memantaskannya. Karena 3 perkara itu sudah ditentukanNya dilembar dokumentasi Kitab Ilahi (lauhul maghfuz) dan jodoh menjadi salah satunya. Kita tidak perlu menuangkan cinta terlalu dini ke dalam bejana-bejana yang salah sehingga cinta itu akhirnya tumbuh prematur. Dengan itu [p*c*r*n misalkan], Bukan Cinta seutuhnya yang akan didapatkan, tapi noda-noda yang akan membuat kita lebih banyak menguras aliran cinta kita untuk membersihkan noda itu nantinya. Bukankah Bejana-bejana itu sudah dipersiapkan oleh pencipta kita??? Pasti!!! suatu saatnya kita akan menuangkan cinta kedalam bejana yang tepat, bejana yang akan kita jaga hingga akhir hayat. Kapan??? Mungkin Kita belum benar-benar terpantaskan. Untukku?? hanya Tuhanmu yang tahu. Tetaplah jaga hulu aliran cinta itu.
Inspired by You
Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Edelweiss_auf_der_Kanisfluh_Hanno_Thurnher_Cinedoku_Vorarlberg.JPG
.
Harmonica Version >>> Virga69 HARMONICA ( UNTUKKU - CHRISYE)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar