Rabu, 30 September 2015

SEMANGKA, (Pengobat Lara dan dahaga jiwa)


"Semangat Kawan Mari Kita Berkarya", The Jenggot 

https://soundcloud.com/abu-jihad/the-jenggot-semangka 

Ini bukan sembarang buah yang mampu ditelan dan dicerna begitu saja. Karena buah ini begitu indah jika  ditelusuri maknanya, karena buah ini yang membuat hari-hari kita begitu berwarna.

Dalam suatu riwayat hadist di sebutkan bahwa : " Tidak ada seorang perempuan hamil yang makan buah semangka, kecuali anak yang dilahirkan olehnya wajah dan fisiknya bagus.” (Hadits ini bersumber dari Abul Abbas Al-Mustaghfiri dalam kitab Thibbun Nabi dikutip oleh Mustadrak Al-Wasail 2: 619). Terlepas dari sahih tidaknya hadist dari Rasulullah tersebut mungkin bisa memberi angin segar bagi para Ibu-Ibu terlebih bapak-bapak yang sedang menanti sang jabang bayi (Etah terbalik atau tidak mungkin karena saya berada dipihak bapak). 


Sumber: http://ibuhamil.com/diskusi-umum/47546-makanan-untuk-ibu-hamil-agar-anak-terlahir-cerdas.html
Like us: IbuHamil.com on Facebook - @infoibuhamil on Twitter

Kopi Memang Terlahir Manis


SIAPA BILANG KOPI PAHIT!! baru manis setelah dicampur gula!!! Youre Wrong..

Coming Soon

When September Ends ( Awal Dari Sebuah Akhir )


Kadang Akhir justru menjadi sebuah awal. Awal untuk mempersiapkan perjalanan yang tiada akhir. Awal bukan hanya waktu dimana kita dilahirkan atau bahkan jauh dimana semesta diciptakan pertama oleh sang Penguasa Dunia. Karena Awal merupakan moment yang setiap insan pasti mengalaminya. Awal bisa ayunan pertama dari langkah kita, membangun mahligai keluarga walau hanya sekedar angan belaka atau menanam benih-benih tanaman diladang-ladang pengharapan dll. Awal memang dimiliki oleh Arrahman, dan dariNya kita dapat merasakan momentum dari sebuah pelita yang memang sejak lama kita dambakan.

dan kini.........
 
Bagiku awal adalah dirimu, Siapa dirimu?? Akankah akhir September ini adalah awal bagi perjalananku?? Perjalananmu ?? perjalanan kita?? entahlah.. Jawaban yang tak akan bisa dijawab makhluk lemah  yang sejatinya hanya berasal dari tanah. Biarlah tangan (kuasa) Arrafikul A'la yang bekerja dengan mentari esok hari sebagai pertanda bahwa harapan akan selalu ada setelah gelap terbenamnya sang surya.

Coming soon..


Senin, 28 September 2015

Cinta Sepeda


Yang kucari bukanlah pedati
yang siap diperah tenaga 
bahkan rela ditampar cemeti,
guna melaksanakan nafsu tuannya

Yang kucari bukan kereta
yang hanya mampu berjalan sebab rel dihadapan
bahkan harus beralih kembali
untuk sampai ditempat tujuan

Senin, 14 September 2015

DOA YANG TERSANGKUT DI LANGIT-NYA (repost)


Tausiah Ustadz. Yusuf Mansur
 di Copy Paste dari Damai Indonesiaku

Syaikh Ibnu Athaillah sempat bertutur mengenai doa dan permintaan manusia kepada Allah :
Kelambatan masa pemberian Allah kepadamu, meskipun engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, janganlah menyebabkan engkau putus asa, sebab Allah telah memberikan jaminan terkabulnya doa yang engkau pinta sesuai dengan pilihan-Nya, bukan menurut keinginanmu, dan mengabulkan doa pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada saat yang engkau kehendaki.

Belum terwujudnya janji Allah, sekalipun waktu yang ditentukan telah tiba, jangan sekali-kali membuatmu ragu terhadap janji-Nya, agar tidak membuat cacat penglihatan batinmu dan mamadamkan cahaya batinmu. Janganlah engkau menyangka bahwa kasih sayang Allah kepadamu lepas bersamaan dengan tidak dikabulkannya doamu. Tuntutanmu terhadap pengabulan doa kepada Allah merupakan prasangka burukmu kepada-Nya (seolah-olah Dia lalai terhadap keadaanmu, padahal Dia-lah Sang Pemelihara). Tuntutanmu kepada Allah menunjukkan ketidakhadiranmu di sisi-Nya.

Minggu, 13 September 2015

Merbabu : Sebuah Kenangan Memulai Perjalanan Baru

Sumber : Teplok.com
September!!! Langkah ini bermula ketika kami mulai beranjak remaja, dengan syal tanpa cap sudah melingkar didada. Menjadi salah satu anggota dari kegiatan sekolah mengenai pencinta alam adalah satu hal yang tak pernah terbersit didalam angan dan sudah hampir satu dawarsa kenangan-kenangan itu ku coba kais dari tumpukan rekaman ingatan. Bagian demi bagian itu samar terangkai, mengingatkan sepenggal cerita yang dahulu pernah dicapai. Syal keanggotan yang harus mendapatkan cap dari birokrasi organisai, mengharuskan kami melakukan pendakian ke tempat yang belum pernah kami bayangkan sebelumnya, Puncak Gunung Merbabu. Syal sebagai lencana anggota yang awalanya sudah kami dapatkan dari rangkaian kegitan pendakian di Gunung Ungaran (kebun teh tepatnya) itu, menurut peraturan organisasi harus segera di upgrade dengan menambahkan cap keanggotaan (cap topi khas lapangan). Sekali lagi, kami harus merampungkan hajat paket pendakian satu (PP 1) ke gunung yang "Mbah Syarif" (ndak yo??) pernah tinggal disana. Merbabu???