Rabu, 30 September 2015

SEMANGKA, (Pengobat Lara dan dahaga jiwa)


"Semangat Kawan Mari Kita Berkarya", The Jenggot 

https://soundcloud.com/abu-jihad/the-jenggot-semangka 

Ini bukan sembarang buah yang mampu ditelan dan dicerna begitu saja. Karena buah ini begitu indah jika  ditelusuri maknanya, karena buah ini yang membuat hari-hari kita begitu berwarna.

Dalam suatu riwayat hadist di sebutkan bahwa : " Tidak ada seorang perempuan hamil yang makan buah semangka, kecuali anak yang dilahirkan olehnya wajah dan fisiknya bagus.” (Hadits ini bersumber dari Abul Abbas Al-Mustaghfiri dalam kitab Thibbun Nabi dikutip oleh Mustadrak Al-Wasail 2: 619). Terlepas dari sahih tidaknya hadist dari Rasulullah tersebut mungkin bisa memberi angin segar bagi para Ibu-Ibu terlebih bapak-bapak yang sedang menanti sang jabang bayi (Etah terbalik atau tidak mungkin karena saya berada dipihak bapak). 


Sumber: http://ibuhamil.com/diskusi-umum/47546-makanan-untuk-ibu-hamil-agar-anak-terlahir-cerdas.html
Like us: IbuHamil.com on Facebook - @infoibuhamil on Twitter

Kopi Memang Terlahir Manis


SIAPA BILANG KOPI PAHIT!! baru manis setelah dicampur gula!!! Youre Wrong..

Coming Soon

When September Ends ( Awal Dari Sebuah Akhir )


Kadang Akhir justru menjadi sebuah awal. Awal untuk mempersiapkan perjalanan yang tiada akhir. Awal bukan hanya waktu dimana kita dilahirkan atau bahkan jauh dimana semesta diciptakan pertama oleh sang Penguasa Dunia. Karena Awal merupakan moment yang setiap insan pasti mengalaminya. Awal bisa ayunan pertama dari langkah kita, membangun mahligai keluarga walau hanya sekedar angan belaka atau menanam benih-benih tanaman diladang-ladang pengharapan dll. Awal memang dimiliki oleh Arrahman, dan dariNya kita dapat merasakan momentum dari sebuah pelita yang memang sejak lama kita dambakan.

dan kini.........
 
Bagiku awal adalah dirimu, Siapa dirimu?? Akankah akhir September ini adalah awal bagi perjalananku?? Perjalananmu ?? perjalanan kita?? entahlah.. Jawaban yang tak akan bisa dijawab makhluk lemah  yang sejatinya hanya berasal dari tanah. Biarlah tangan (kuasa) Arrafikul A'la yang bekerja dengan mentari esok hari sebagai pertanda bahwa harapan akan selalu ada setelah gelap terbenamnya sang surya.

Coming soon..


Senin, 28 September 2015

Cinta Sepeda


Yang kucari bukanlah pedati
yang siap diperah tenaga 
bahkan rela ditampar cemeti,
guna melaksanakan nafsu tuannya

Yang kucari bukan kereta
yang hanya mampu berjalan sebab rel dihadapan
bahkan harus beralih kembali
untuk sampai ditempat tujuan

Senin, 14 September 2015

DOA YANG TERSANGKUT DI LANGIT-NYA (repost)


Tausiah Ustadz. Yusuf Mansur
 di Copy Paste dari Damai Indonesiaku

Syaikh Ibnu Athaillah sempat bertutur mengenai doa dan permintaan manusia kepada Allah :
Kelambatan masa pemberian Allah kepadamu, meskipun engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, janganlah menyebabkan engkau putus asa, sebab Allah telah memberikan jaminan terkabulnya doa yang engkau pinta sesuai dengan pilihan-Nya, bukan menurut keinginanmu, dan mengabulkan doa pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada saat yang engkau kehendaki.

Belum terwujudnya janji Allah, sekalipun waktu yang ditentukan telah tiba, jangan sekali-kali membuatmu ragu terhadap janji-Nya, agar tidak membuat cacat penglihatan batinmu dan mamadamkan cahaya batinmu. Janganlah engkau menyangka bahwa kasih sayang Allah kepadamu lepas bersamaan dengan tidak dikabulkannya doamu. Tuntutanmu terhadap pengabulan doa kepada Allah merupakan prasangka burukmu kepada-Nya (seolah-olah Dia lalai terhadap keadaanmu, padahal Dia-lah Sang Pemelihara). Tuntutanmu kepada Allah menunjukkan ketidakhadiranmu di sisi-Nya.

Minggu, 13 September 2015

Merbabu : Sebuah Kenangan Memulai Perjalanan Baru

Sumber : Teplok.com
September!!! Langkah ini bermula ketika kami mulai beranjak remaja, dengan syal tanpa cap sudah melingkar didada. Menjadi salah satu anggota dari kegiatan sekolah mengenai pencinta alam adalah satu hal yang tak pernah terbersit didalam angan dan sudah hampir satu dawarsa kenangan-kenangan itu ku coba kais dari tumpukan rekaman ingatan. Bagian demi bagian itu samar terangkai, mengingatkan sepenggal cerita yang dahulu pernah dicapai. Syal keanggotan yang harus mendapatkan cap dari birokrasi organisai, mengharuskan kami melakukan pendakian ke tempat yang belum pernah kami bayangkan sebelumnya, Puncak Gunung Merbabu. Syal sebagai lencana anggota yang awalanya sudah kami dapatkan dari rangkaian kegitan pendakian di Gunung Ungaran (kebun teh tepatnya) itu, menurut peraturan organisasi harus segera di upgrade dengan menambahkan cap keanggotaan (cap topi khas lapangan). Sekali lagi, kami harus merampungkan hajat paket pendakian satu (PP 1) ke gunung yang "Mbah Syarif" (ndak yo??) pernah tinggal disana. Merbabu???

Senin, 31 Agustus 2015

LA TAHZAN I (Jodoh)


Sumber : DesignMolvi.com

Jika Allah menghendaki dua hati untuk dipertemukan. Maka Dia tak hanya akan menggerakkan hati salah satu dari keduanya. Akan tetapi Dia akan menggerakkan hati keduanya untuk segera dipersatukan dalam sebuah jalinan kasih yang diridhaiNya. Ketahuilah... Hanya Allah yang paling Tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa seorang hamba akan dipertemukan. Sesungguhnya ketetapan ALLAH adalah yang Terbaik bagi semua makhlukNya. Ibn Attailah

Senin, 17 Agustus 2015

Dear My Hero (Hilangnya Makna Perjuanganmu)


Panglima besar Sudirman
Ketika kau angkat senjata
Semua pemuda siaga
Ikut bersamamu menyandang senapan
Mengawal revolusi 17 Agustus 1945

          Jenderal yang perwira
          Ketika engkau bergerilya
          Segenap putra-putri Indonesia terpanggil
          Mengobarkan api perjuangan
          Merebut kemerdekaan

Rabu, 05 Agustus 2015

GADIS KHATULISTIWA

"Karena Dunia mengharapkanmu ada bagi keberadaan seorang pria"

Entah darimana saya memulainya, tiba-tiba fikiran itu datang dibulan kemerdekaan ini, Agustus. Bulan yang syarat tentang sebuah hal yang menyangkut harkat dan martabat dari keberadaan sebuah negara dikancah dunia. Independensi/ "kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan", begitulah teks UUD yang saya ingat dan dulu pernah bacakan sebagai petugas upacara di sebuah sekolah dasar. Kala benak ini menerawang jauh di masa lalunya kembali, terngianglah akan pelajaran yang syarat dengan muatan ilmu dan pengetahuan (sosial khususnya).  Masih lekat sang guru menjelaskan satu persatu rantai sejarah yang menghubungkan cerita negeri ini, seperti cerita dari Jaman majapahit sampai soeharto pamit atau dari manusia masih hidup didalam gua sampai jaman Babilonia dimana orang sudah mulai kenal dengan peradaban yang terarah, dan semua itu yang biasa dikenal dengan  sejarah. dan Ketika sang guru menjelaskan letak demi letak wilayah mendiskripsikan tipologi dari sungai sampai lembah, menjelaskan tentang wilayah admisnistratis RT sampai PBB dan saat itu kita diperkenalkan dengan namanya geografi. Dan masih banyak lagi ingatan mengenai cabang ilmu sosial yang telah diberikan dan diajarkan atau juga rekam pengalaman jika kita gali, gali dan gali lagi dari ingatan masa lalunya.

Apakah Ini Yang Dinamakan Cemburu??

Detak jantung ini seakan tertahan
Rongga nafas seakan tertekan
Bibir ini seakan kelu untuk mengungkapkan
dan Fikiran ini seakan tertimpa satu beban

Hingga sesuatu itu pun datang menghampiri 
Lonceng-lonceng hasutan yang memekakan kesadaran diri
Mencerabut akar logika 
Berganti Prasangka yang tak diketahui muasalnya

Selasa, 04 Agustus 2015

Untukku??? Sebuah Penjelasan Tentang Arti Cinta

 Untukku - Alm. Chrisye
(Sebuah lagu tentang arti Kesetiaan)

 

Untukku, adalah salah satu lagu yang bisa menjadi senandung favorit untuk melewatkan hari-hari dan kembali menyalakan harapan yang mungkin telah lama padam. Senandung yang dilantunkan Almarhum Mbah Chrisye ini seakan ingin menjelaskan keteguhan/ keistiqamahan seseorang untuk menanti belahan hati. Menanti yang bukan berarti optimis terhadap takdir yang kelak mungkin akan mempertemukannya dengan pujaan hatinya tapi lebih bagaiamana ia mengisi hari-hari penantiannya dengan hal-hal yang membuat ia terpantaskan untuk mendapatkannya, bertemu dengannya digerbang kehalalan. Entah siapa? dimana? bagaimanakah ia?

Senin, 03 Agustus 2015

See You Again - Wiz Khalifa feat. Charlie Puth


 It's been a long day without you my friend
Hari-hari terasa lama tanpamu, teman

And I'll tell you all about it when I see you again
Dan kan kuceritakan semua ini padamu saat aku bertemu denganmu lagi

We've come a long way from where we began
Kita tlah datang jauh dari tempat kita mulai

Oh I'll tell you all about it when I see you again
Oh kan kuceritakan semua ini padamu saat aku bertemu denganmu lagi

When I see you again
Saat aku bertemu denganmu lagi

Masjid Yang Sekarang Mulai Termarjinalkan

Sumber : Google/...

Sedikit menukil dari ucapan sesepuh yang kini masih samar terngiang didalam memori ingatan. Bahwa kelak di akhir zaman atau mungkin mereka [sesepuh] lebih spesifik menyabutnya hari Kiamat, akan terjadi huru hara yang disebabkan oleh al masih Dajal. Konon Dengan seluruh tipu daya kekuatan yang dia punya, ia bahkan mampu membuat surga dan neraka di genggamannya. sehingga orang-orang yang lemah iman akan dapat dengan mudah masuk ke dalam surga dajal yang berarti mengabaikan perkara menggapai surga Allah SWT dan sebaliknya. Hari-hari itu dipenuhi dengan fitnah yang akan membuat keimanan akan dengan mudah tergoyahkan.

Mainstrem?? Karena Mereka Memang Asing dan Berbeda


Diskrisi Soon..

Mendaki Vs Ramadhan


Gunung atau ramadhan hakikatnya adalah tambang amalan yang Rabb Pencipta telah sediakan, tempat mendulang kebaikan untuk mengapai derajat agung yang mungkin tidak setiap insan akan dapatkan. Karena pencapian hakiki bukanlah puncak tertinggi yang akan segera kita pijaki atau sekedar hillal 1 syawal di hari yang fitri, tapi lebih dari pada itu!! Jawabanya ada dalam hati nuranimu! tapi bagi saya taqwa adalah pencapaian tertinggi dari keduanya.  [from g+)

Jumat, 31 Juli 2015

MAHAMERU YANG TELAH LAMA INGIN DITUJU (Catatan Perjalanan III)


Menuju ½ perjalanan (camp Kalimati)

Pukul 10.00 kami mulai bergerak untuk menuju camp selanjutnya dengan diharuskan menapaki tanjakan yang sarat akan mitos asmara tersebut. Lurus membentang menantang kami untuk mencoba sensasi kepercayaan yang selama ini dihembuskan dan telah menjadi bagian dari rute pendakian Semeru ini. Medan yang disuguhkan memang terlihat berat, tanjakan kurang lebih 100 meter itu sepertinya ingin menguji kesabaran setiap mereka yang melewatinya. Menguji keimanan seseorang mengenai urusan yang dighaibkanNya agar pada kesempatan itu dapat terpatrikan kedalam prasasti hidup jika mereka lulus melewatinya (hadeh, ada-ada aja). Berhubung jarak bekas tempat mendirikan tenda jauh dengan dengan start  awal tanjakan, kami berinisiatif mengambil jalur diagonal untuk memperpendek jarak dan berharap dapat sedikit mempersingkat waktu tempuh. 

Kriwikan dadi grojokan (Natural Water fall "SEMUNCAR")


Begitulah judul menjelaskan sekelumit tentang sebuah aliran air di  salah satu sisi badan Gunung Merbabu. Air terjun yang banyak memberi pelajaran tentang arti sebuah kedermawanan untuk memberi tiada henti, walau tidak melimpah tapi ia selalu tetap dalam keistiqomahan. Darinya kita jadi tahu bahwa tak semua aliranya berada dipermukaan tapi juga terserap mengalir didalam, dinginnya tak sesegar di hulu sana namun tetap memberi kesejukan yg ada di daratan. Darinya  kita jadi ingin seperti air walupun jauh nan luas tujuan yg kan gapai, berbagai cara yg ia tempuh, tetap akan kembali keasalnya, dan selalu memberi kebermanfaatan untuk apa yg dilaluinya. Dan yg terpenting ia tetap alami dan selalu menyejukkan.

Selasa, 28 Juli 2015

Sebuah Perenungan Tentang Keajaiban Cinta (cover Heaven - Bryan Adams )


Note:
" Karena hidayah ataupun cinta tak akan datang sendiri, tempat itu mengajarkan kita tentang cinta dan mendekatkan kita dengan hidayahNya. Kita yang mencari, kita yang mendaki, kita yang menikmati dan semoga kita termasuk yang terilhami dengannya. (baca cinta)

Cinta tak sekedar hanya milik berdua!! Cinta milik bersama, milik semua makhluknya yang akan bermuara kepada Penciptanya, sang Maha Cinta!!!

dan Cinta kepada mu "entah insan yang mana" adalah salah satu bagian dari turunan cinta hakiki itu. Ia yang kelak kan mereka ajak mengenal semesta, di tempat yang selalu mengingatkan mereka tentang arti sebuah penciptaan dan kemahabesaran baik di Bangun, berjalan, berbaring atau tidurnya.
dan akhirnya hidayah itu lambat laun mencerahkan dan men"sampaikan" Qalbu kita tentang arti sebuah cinta hakiki/sejati, yaitu cinta yang tidak menomer dua-tiga-empatkan cinta kepada Rabbnya"

Sabtu, 27 Juni 2015

GADIS MENAWAN ITU BERNAMA WORO




Pada suatu ketika, di zaman ketika Adam belum di turunkan kedunia, tinggalah dewa-dewa yang bersemayam di setiap wilayah daratan. Mereka ditugaskan oleh sang pencipta untuk menjaga dunia agar tidak dirusak oleh Iblis dan dedengkotnya yang telah terlebih dulu dikeluarkan dari surga. Mereka (Iblis) sengaja merusak dunia dan segala tatanannya untuk melampisakan hawa nafsunya sebab tidak diperkenankan lagi masuk surga. Mereka diberi jatah menghuni neraka karena pembangkangan yang dilakukan sewaktu ia (Iblis) masih diperkenankan tinggal disana (surga). Tak jarang dengan segala tipu muslihat dan kekuatan-kekuatan yang sengaja diberikan oleh sang pencipta, Mereka (Iblis) dengan leluasa membuat dunia seisinya porak poranda. Oleh sebab itu dewa-dewa yang memang sengaja ditugaskan menjaga wilayah yang telah ditentukanNYa, harus benar-benar mengemban amanat yang disematkanNya untuk mengantisipasi ganguan dan ancaman Iblis tersebut. Dan kali ini bumi sebagai tempat terakhir yang dapat dihuni, menjadi prioritas penjagaan oleh para dewa karena, kelak kehidupan makhluk bernyawa akan berpusat disana. 

Kamis, 25 Juni 2015

Sebuah Tanya




Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku”


Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
Kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin


Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta?

Bait terakhir puisi di atas setidaknya ingin saya dijadikan landasan mengenai sebuah pemahaman tentang berbedanya kami (pria) dengan mereka (wanita) layaknya sepatu baik sifat dan tingkah laku tapi akan sama ketika mereka telah saling mencinta. Tapi pada kesempatan kali ini bukan ingin mengurai apa yang disebut dengan cinta, tapi lebih pada object yang membuat kita (kaum Adam) untuk jatuh cinta atau mereka yang sering juga disebut dengan sang perhiasan dunia. Sebegitu indahnya kah ia sampai di persamakan dengan emas, berlian atau bahkan batu akik? <Sebuah Tanya>Kembali ke Sajak puisi yang tentu kita ketahui dan pasti akan mengingatkan kita pada sosok lelaki yang menjadi idola kaum idealis dan tentunya pendaki (Gie). Judul tulisan ini memang sama dengan pendahulunya, tapi bukan ingin mengupas dunia lelaki yang selama ini telah diarungi Soe Hok GIe, tetapi lebih jauh dalam lagi yaitu mengenai sesuatu yang cipta dari tulang rusuknya (laki-laki). Begitulah yang disebut dalam cerita dan dari dasar yang dipercaya bahwa dahulu kala Ia (wanita sebut Hawa) dicipta dari susunan tulang iga paling bengkok pria (sebut Adam). Bagaimana ia bisa dicipta dari sesuatu yang mustahil? Tuhan Semesta Alam sungguh Maha Kuasa <Sebuah jawaban pasti>. <Sebuah Tanya> pun muncul:  La terus apa gunannya puisi diatas jika akhirnya hanya ingin mengulas tentang mereka (wanita)? dari puisi tersebut kita jadi tahu bahwa Gie sang idealispun juga terpaut hatinya pada makhluk yang dinamakan wanita. Wanita yang entah Ibu atau Kekasihnya itu pun menjadi bagian dalam karyanya yang banyak dihiasi dengan ruh nasionalisme. Gie! Engkau pun telah masuk dalam ceruk makhluk yang dinamakan wanita. Sudahlah membahas wanita dengan daya pikatnya berupa cinta yang lama-lama akan membuat jiwa terperangkap di dalamnya. (titik)

Selasa, 23 Juni 2015

MAKE ME STRONG (SAMI YUSUF)

Make me Strong - SamiYusuf


I know I’m waiting
Aku tahu aku sedang menunggu
Waiting for something
Menunggu sesuatu
Something to happen to me
Sesuatu terjadi padaku
But this waiting comes with…
 Tapi masa-masa penantian ini datang dengan…
Trials and challenges
Cobaan dan tantangan
Nothing in life is free
Tak ada yang bebas dalam hidup
I wish that somehow
Aku berharap entah bagaimana caranya
You’d tell me out aloud
Engkau akan memberitahuku dengan lantang
That on that day I’ll be ok
Bahwa pada hari itu aku akan baik-baik saja
But we’ll never know cause…
Tapi kami tidak pernah tahu karena…
That’s not the way it works
Bukan dengan cara itu semuanya bekerja
Help me find my way
Tolong aku menemukan jalanku

Minggu, 21 Juni 2015

MERAPI TAK PERNAH BERHENTI MENANTI




Sekilas Info
Sabtu, 16 Mei 2015 menjadi siang kelabu bagi reputasi merapi yang selama ini jarang terjadi hal yang tidak diharapkan menjadi sebab Insan berpulang ke Hadirat Ilahi.  Setelah erupsi tahun 2010 dahulu, Merapi cenderung lebih santun dan ramah dalam menyambut kedatangan para penikmat pesona keindahanya. Dan Siang itu benar-benar menjadi siang yang begitu pilu di puncak tertinggimu. Hari naasnya mahasiswa Jogja yang kedapatan melakukan pendakian ke puncak Garuda, puncak tertinggi yang dahulu megah berdiri dan sekarang tinggal menyisakan beberapa bongkahan batu runcing (tusuk gigi) yang amat terlarang untuk dipanjat atau dipijaki. Puncak itu menjadi sebab Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya karena terpeleset dan akhirnya jatuh ke dasar kawah. Dari kejadian itu masih menjadi tanda Tanya besar bagi kita para pendaki, apa yang melatarbelakangi almarhum bisa senekat itu untuk melakukannya?? Nasi sudah menjadi bubur dan pasti ada hikmah dibalik kepulangan Ery ke sisiNYa, paling tidak bisa menjadi peringatan bagi pendaki kedepannya untuk tidak melakukan apa yang Almarhum lakukan, biarlah ia tenang di Alam sana, tanpa melihat ada lagi yang mengikuti jejaknya. Dan Tepat 1 bulan pasca terjatuhnya kawan pendaki (Ery Yunanto) yang mengakibatkan ia tewas disana dan 1 bulan pula Merapi sendiri tanpa ada celoteh para pendaki. Sunyi tenang tak ada aktifitas yang berarti. Kini penantian kami akan terjawab wahai pasak negeri! We’re Go!!

Kamis, 18 Juni 2015

DOSA-DOSA DI MASA LALU




Sebuah Prolog

Maaf adalah kata yang tepat untuk sedikit menghapus kesalahan yang telah dibuat pada masa lampau. Kesalahan mendasar bagi setiap pendaki yang enggan untuk mengerti dan memahami. Kesalahan yang jamak dilakukan tanpa berfikir dampak yang akan diakibatkan. Langkah keliru yang justru banyak ditiru, karena kala itu membuat jiwa bangga dalam sebuah pengakuan semu dalam rangka menggapai sebuah pencapaian. Rasa itu sering dominan untuk menyeret pelakunya kedalam jalur yang tidak dibenarkan. Membelenggu pelakuannya untuk selalu dalam ketidaktahuan, memang tidak tahu atau justru malah tidak ingin tahu. Kesalahan tersebut semakin bertambah kompleks ketika peraturan hanya menjadi sekedar pajangan dan memberikan sensasi tersendiri bagi para pelanggarnya. Masih pendeknya cara berfikir yang kemudian diwujudkan kedalam perbuatan-perbuatan yang sering terbiaskan oleh hingar-bingar sebuah pencapaian. Menjadikan dosa dosa itu kelak sulit untuk dimaafkan jika benar-benar ditulis  dalam lembaran catatan kehidupan. Masa “muda” yang begitu labil, masih dalam masa pencarian  jati diri  dengan langkah yang salah seharusnya menjadi bahan pelajaran untuk menggapai hidup yang lebih elegant dan mampu mendewasakan mereka yang berkubang daripadanya.


Senin, 15 Juni 2015

I Believe by Irfan Makki feat. Maher Zain (Eng I indo)


When you’re searching for the light
Ketika kau mencari cahaya
And you see no hope in sight
Dan tak kau lihat ada harapan
Be sure and have no doubt
Yakinlah dan jangan ragu

He’s always close to you
Dia selalu dekat denganmu

He’s the one who knows you best
Hanya Dia yang paling mengerti dirimu
He knows what’s in your heart
Dia tahu isi hatimu
You’ll find your peace at last
Kan kau temukan kedamaian
If you just have faith in Him
Jika kau percaya pada-Nya

Rabu, 10 Juni 2015

Gunung Tempat Kembali



Sebuah judul sumbang mengenai  hobi yang kini sedang naik daun ini, mungkin tak akan membuat surut bagi mereka yang ingin segera posting di jejaring, mengganti Foto Profil ataupun upload di blog masing-masing. Judul yang seakan membuka tragedi lama bagi mereka yang benar-benar kembali,kembali menghadap kehadirat ilahi karena sebab tempat yang begitu berkesan untuk membagi cerita disetiap perjalanannya dan menjadi kebanggaan disetiap pencapaiannya. Judul ini seakan ingin menjelaskan bahwa Gunung memang sarat dengan semua itu karena sang Khaliq memang sudah melekatkan hikmah bagi setiap apa yang ia ciptakan, termasuk gunung. Menjadi pelajaran bagi mereka yang benar-benar memahami dan berfikir atas apa yang telah diciptakanNya. Tapi mungkin tidak setiap orang (pendaki) faham dengan apa yang seharusnya mereka peroleh dari gunung tersebut termasuk diri ini. Foto, Kenangan, Kesenangan mungkin hanya merupakan kulit dari buah yang seharusnya mereka nikmati dan hal lain yang lebih berharga tak kunjung mereka dapatkan. Gunung seakan hanya menjadi pelampiasan apa yang mereka ingin rasakan tanpa ingin mengetahui apa yang alam inginkan. Sebuah kondisi berat sebelah ini akan bertambah ketika ego begitu dipaksakan dan kurangnya pengetahuan untuk memahami kembali atas apa yang mereka terima. Puncaknya ketika mereka telah memperoleh apa yang mereka inginkan mereka enggan untuk memberikan apa yang gunung butuhkan. Akhirnya, gunung begitu terluka oleh mereka yang mengatakan diri sebagai pecinta!!! sampah dimana-mana, coretan penuh menghiasi, fasilitas alam kumuh tak terurus. Menjadi bukti mereka tak ingin pernah mengerti atas semua yang seharusnya dilakukan dan tak ingin kembali kepada fitrah diri juga alam ini. Judul ini setidaknya ingin mengajak kita untuk benar-benar kembali ke Alam. Alam tidak meminta untuk didaki, kitalah yang menginginkannya untuk berada disana dengan menjadi orang asing bagi sesuatu yang telah dahulu tinggal. Tak jarang kehadiran kita hanya menjadi kerugian bagi mereka, mengusik ketentraman alam raya dengan pemahaman dangkal akan arti sebuah petualangan. Jadikan alam sebagai tempat kembali, kembali memperoleh jati diri tanpa merusak apa yang telah sang pencipta karuniakan. Alam  ini, gunung ini, puncak ini hanya kita yang mampu mengusahakan. Salam lestari!!!

Sabtu, 06 Juni 2015

SEBUAH DONGENG IMAJINATIF



CERITA FIKTIF YANG MEYELIMUTI ORO-ORO OMBO DAN RANU KUMBOLO



”Oro-oro ombo dahulu kala merupakan petilasan dewa Hombo yang merupakan penunggu telaga besar yang begitu melimpah airnya. Dulu petilasan tersebut menyatu dengan telaga yang dihuni dewi Kumbala kekasih sang dewa. Sampai suatu saat pencipta murka karena mereka melanggar aturan yang telah dibuat, untuk tidak saling berkhalwat saat bulan haram yang telah tentukan. Sang pencipta langsung mengutus Dewa Meru (penunggu Puncak Mahemeru) untuk memberikan hukuman, memisahkan 2 makhluk yang saling mencintai ini agar mereka menyadari kesalahan yang mereka perbuat dan agar menjadi itibar bagi generasi yang akan datang. Segera dewa Meru melaksanakan tugasnya menggunakan ajian Jongring seloka untuk melontarkan bongkahan raksasa dari dasar kawah Mahameru agar mereka berdua terpisahkan. Bongkahan didaratkan tepat dipintu yang biasa mereka jadikan tempat bertemu dan membuat dua makhluk itu benar-benar berjauhan. 

Jumat, 05 Juni 2015

MAHAMERU YANG TELAH LAMA INGIN DITUJU (Catatan Perjalanan I-II)

MAHAMERU YANG TELAH LAMA INGIN DITUJU



















 Sebuah Prolog

Awal yang meyakinkan untuk memulai babak baru dalam sebuah kehidupan, menggapai puncak tertinggi di dataran ini, daratan pulau jawa puncak para dewa (katanya: dan memang hanya orang ‘dewa’sa yang mampu sampai kesana^^). Keyakinan itu sudah lama kami pupuk (terutama saya) untuk menjejakkan kaki disana, dan pada hari itu peringatan kenaikan isa sang mesaya atau tepatnya kamis, 14 mei 2015 kami memantapkan langkah awal untuk segera menaklukkanya. Mahameru, sebuah tempat yang telah lama ingin dituju akhirnya hari itu datang juga, mengukir lembaran tinta emas sebagai catatan hari tua untuk dongeng anak-cucu kita(pendaki). Membuktikan bahwa Sang Pencipta membuat alam ini benar-benar tidak sia-sia, melukisnya dengan nama Mahameru, Ranukumbolo, Oro-oro ombo dll. Bagi seorang pendaki tempat-tempat itu akan menjadi kenangan tersendiri dan akan terekam jelas di dalam memory. 

Sebuah penegasan bahwa mendaki gunung memang sebuah hobi, tapi jauh daripada pengertian itu mungkin hanya pendakilah yang akan mengerti mengapa mereka melakukannya. Tak jarang bermacam statement miring mengenai kecintaan insan pada salah satu ciptaanNya itu (Gunung) menggiring orang lain berfikir bahwa mendaki hanya untuk bersenang-senang, melampiaskan hasrat, bahkan ada yang mengatakan bahwa mendaki adalah kegiatan kurang gawean (kurang kerjaan). Memang tidak keliru, tetapi sekali lagi bahwa mungkin hanya pendakilah (ciyee) yang dapat merasakannya dan menjadikannya bukan sekedar hobi dan bersenang-senang. Dan Mahameru dengan bentang lukisan mahakarya Arrafikul A’la menjadi idaman setiap insan bagi mereka yang ingin mendekatkan dan mempererat tali hubungan dengan Rabbnya (bagi saya ini adalah salah satu alasan utamanya). Kami dengan basic kependakian yang tidak begitu mumpuni pun ingin segera membuktikan bahwa gunung tidak hanya untuk didaki-memuaskan hasrat diri tapi juga untuk ditadaburi-mendekatkan diri kepada Ilahi, mematahkan persepsi yang selama ini berkembang dikalangan awam kependakiaan dan mencoba menikmati candu yang orang lain telah terperangkap didalamnya. Maka dari itu saran saya bagi yang belum pernah merasakan sebuah pendakian tolong jangan mendaki gunung karena hal itu akan membawa kalian tersesat dijalan yang tepat, terperangkap dalam salah satu pemahaman bahwa betapa kerdil kita disekitar beraneka warna cipta sang penggenggam semesta dan itu akan sulit diungkapkan ataupun di terjemahkan dalam untaian kata.