 |
| "Karena Dunia mengharapkanmu ada bagi keberadaan seorang pria" |
Entah darimana saya memulainya, tiba-tiba fikiran itu datang dibulan kemerdekaan ini, Agustus. Bulan yang syarat tentang sebuah hal yang menyangkut harkat dan martabat dari keberadaan sebuah negara dikancah dunia. Independensi/ "kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan", begitulah teks UUD yang saya ingat dan dulu pernah bacakan sebagai petugas upacara di sebuah sekolah dasar. Kala benak ini menerawang jauh di
masa lalunya kembali, terngianglah akan pelajaran yang syarat dengan muatan ilmu dan
pengetahuan (sosial khususnya). Masih
lekat sang guru menjelaskan satu persatu rantai sejarah yang menghubungkan
cerita negeri ini, seperti cerita dari Jaman majapahit sampai soeharto pamit
atau dari manusia masih hidup didalam gua sampai jaman Babilonia dimana orang
sudah mulai kenal dengan peradaban yang terarah, dan semua itu yang biasa dikenal
dengan sejarah. dan Ketika sang guru menjelaskan
letak demi letak wilayah mendiskripsikan tipologi dari sungai sampai lembah,
menjelaskan tentang wilayah admisnistratis RT sampai PBB dan saat itu kita
diperkenalkan dengan namanya geografi. Dan masih banyak lagi ingatan mengenai
cabang ilmu sosial yang telah diberikan dan diajarkan atau juga rekam pengalaman jika kita gali, gali dan gali lagi dari ingatan masa lalunya.