Tausiah Ustadz. Yusuf Mansur
di Copy Paste dari Damai Indonesiaku
Syaikh Ibnu Athaillah sempat bertutur mengenai doa dan permintaan manusia kepada Allah :
Kelambatan masa pemberian Allah kepadamu, meskipun engkau telah
bersungguh-sungguh dalam berdoa, janganlah menyebabkan engkau putus asa,
sebab Allah telah memberikan jaminan terkabulnya doa yang engkau pinta
sesuai dengan pilihan-Nya, bukan menurut keinginanmu, dan mengabulkan
doa pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada saat yang engkau kehendaki.
Belum terwujudnya janji Allah, sekalipun waktu yang ditentukan telah
tiba, jangan sekali-kali membuatmu ragu terhadap janji-Nya, agar tidak
membuat cacat penglihatan batinmu dan mamadamkan cahaya batinmu. Janganlah engkau menyangka bahwa kasih sayang Allah kepadamu lepas bersamaan dengan tidak dikabulkannya doamu. Tuntutanmu terhadap pengabulan doa kepada Allah merupakan prasangka
burukmu kepada-Nya (seolah-olah Dia lalai terhadap keadaanmu, padahal
Dia-lah Sang Pemelihara). Tuntutanmu kepada Allah menunjukkan
ketidakhadiranmu di sisi-Nya.
Jika engkau tidak dapat berbaik
sangka kepada Allah karena doamu belum terkabul, hendaklah engkau
berbaik sangka kepada-Nya karena nikmat yang telah dilimpahkan-Nya
kepadamu. Bukankah Dia selalu memberikan sesuatu yang baik kepadamu? Dan
bukankah Dia senantiasa memberikan anugerah nikmat kepadamu?
Jika engkau telah sanggup berbaik sangka kepada Allah, bermohonlah
kepada Allah agar Dia memberikan jalan bagi pengabulan doa dan hajatmu.
Bisa lewat siapa saja yang dikehendakinya. Tapi lewat siapapun rezekimu
dialirkan janganlah memalingkan engkau dari berharap kepada Allah, yang
kemudian berubah menjadi berharap kepadanya. Lalu bagaimanakah
mungkin engkau mengadu dan bermohon kepada selain Allah untuk mencukupi
kebutuhanmu, padahal Allah-lah yang mencukupinya. Dan bagaimana mungkin
orang yang tidak mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, dapat mencukupi
kebutuhan orang lain.
Jika engkau bermohonan kepada selain
diri-Nya, maka hal itu hanya menunjukkan sedikitnya rasa malumu
kepada-Nya dan menjadi bukti jauhnya dirimu dari-Nya. Karena itu,
janganlah engkau mengadukan kebutuhanmu kepada selain Allah, sebab
Dia-lah yang mencukupi segala kebutuhanmu.
Ketika Allah
menggerakkan lisanmu dengan suatu permohonan, ketahuilah bahwa Dia
sungguh berkehendak memberi karunia kepadamu. Ketika engkau berdoa, maka
doamu selalu berada dalam tiga kedudukan, yang pertama adalah doa yang
dikabulkan di dunia, karena doa tersebut memang sesuai dengan kebutuhan.
Yang kedua adalah doa yang ditunda pengabulannya di akhirat. Dan yang
ketiga adalah doa yang tidak dikabulkan, karena doa itu berbahaya bagi
yang meminta jika dikabulkan, dan Allah akan menggantikannya dengan yang
lebih baik.
Doamu yang menggebu tidak dapat menembus dinding
ketetapan takdir Tuhanmu. Karena itu, termasuk orang yang bodoh, siapa
saja menginginkan sesuatu terwujud pada satu waktu, selain daripada apa
yang diwujudkan Allah pada waktu/saat itu. Bilamana Allah
memberikan karunia kepadamu berupa pengabulan doa, tentu Dia sedang
menunjukkan kebaikan-Nya kepadamu. Dan bila Dia tidak memberikan karunia
kepadamu, tentu Dia sedang memperlihatkan kekuasannya kepadamu. Saat memberi dan tidak memberi karunia, Allah selalu menampakkan sifat
kehebatan-Nya kepadamu, serta menunjukkan kasih sayang-Nya kepadamu.
Bukankah salah satu bukti kekuasaannya adalah Dia berkuasa untuk
menghalangi doamu yang berbahaya untuk terkabul, dan menggantikannya
dengan yang lebih baik?
Janganlah engkau menuntut kepada Allah
karena tertundanya keberhasilan suatu permohonan yang engkau ajukan.
Tetapi tuntutlah dirimu sendiri lantaran kemerosotan sopan santunmu
dalam bermohon kepada-Nya.” Tidak akan pernah terasa sulit jika
permintaanmu engkau sandarkan kepada Tuhanmu, dan tidak bakalan mudah
tercapai permintaanmu jika engkau sandarkan kepada (usaha) dirimu.
Kekanglah jiwamu dari kegalauan untuk mengatur kebutuhan duniawi.
Karena apapun yang telah diaturkan Allah atas dirimu, engkau tidak
perlu mengaturnya sendiri. Kesungguhan dalam mencari rezeki yang sudah
ditanggungkan Allah bagimu, dan kelengahanmu terhadap tuntutan Allah
kepadamu, menunjukkan kurang jernihnya penglihatan batinmu."Ya
Allah, ya Tuhan kami, Rahmatilah kami, ridhoilah langkah kami, dan
berilah kami petunjuk dan hidayah-Mu agar kami semua bisa berjalan dan
melangkah ke tempat tertinggi di sisi-Mu. Apalagi kalau bukan surga-Mu,
ya Rabb. Aamiinn..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar