![]() |
| "Karena Dunia mengharapkanmu ada bagi keberadaan seorang pria" |
Entah darimana saya memulainya, tiba-tiba fikiran itu datang dibulan kemerdekaan ini, Agustus. Bulan yang syarat tentang sebuah hal yang menyangkut harkat dan martabat dari keberadaan sebuah negara dikancah dunia. Independensi/ "kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan", begitulah teks UUD yang saya ingat dan dulu pernah bacakan sebagai petugas upacara di sebuah sekolah dasar. Kala benak ini menerawang jauh di
masa lalunya kembali, terngianglah akan pelajaran yang syarat dengan muatan ilmu dan
pengetahuan (sosial khususnya). Masih
lekat sang guru menjelaskan satu persatu rantai sejarah yang menghubungkan
cerita negeri ini, seperti cerita dari Jaman majapahit sampai soeharto pamit
atau dari manusia masih hidup didalam gua sampai jaman Babilonia dimana orang
sudah mulai kenal dengan peradaban yang terarah, dan semua itu yang biasa dikenal
dengan sejarah. dan Ketika sang guru menjelaskan
letak demi letak wilayah mendiskripsikan tipologi dari sungai sampai lembah,
menjelaskan tentang wilayah admisnistratis RT sampai PBB dan saat itu kita
diperkenalkan dengan namanya geografi. Dan masih banyak lagi ingatan mengenai
cabang ilmu sosial yang telah diberikan dan diajarkan atau juga rekam pengalaman jika kita gali, gali dan gali lagi dari ingatan masa lalunya.
Kini ingatan itu terhenti dan terantuk pada pernyataan yang telah berkembang menyusuri zaman sebagai salah satu meteri pelajaran geografi, Indonesiaku adalah Zamrud khatulistiwa dunia. Zamrud yang notabene adalah perhiasan nan indah warnanya di sejajarkan dengan garis imajiner yang membelah pulau-pulau dunia begitu banyaknnya dan dipersatukan dalam sebuah kata baru yang meminta untuk di terjemahkan dan digali maknanya yang akhirnya elok disematkan kepada Negara tercinta kita ini. Ada apa dengan tanah air ini sehingga dijuluki dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa?? Hijau membentang dari sabang sampai merauke dengan begitu rupawannya, terlukis dalam bentang alam dan seluruh ragam kekayaan menjadikan zamrud khatulistiwa sebagai gelar yang patut disematkan.
Apakah julukan itu hanya layak disandang olehnya (indonesia)?? I don't think so, ada sosok yang mungkin pantas memperoleh gelar itu juga. siapa dia? Biarlah cerita dari Tasbih Muslimah Diatas Sajadah dibawah ini menjawab pertanyaan dan menuntaskan rasa kagum yang tak pernah tersembuluk walau sekedar sebuah ucapan.. Alkisah..
"Terjadi percakapan antara Allah dan Malaikat-Nya mengenai makhluk ciptaan-Nya: WANITA!! ALLAH memerlukan waktu yang cukup untuk menciptakan wanita...padahal boleh saja Allah menyatakan "Kun, Fayakun"... jadilah, maka jadilah... tetapi Allah Maha Bijaksana, memberikan pelajaran & pengajaran kpd manusia bahwa apa pun yang hendak dibuat harus tersedia waktu yang cukup dan perlu proses.
Malaikat menghadap Allah dan bertanya: "Ya Allah, mengapa memerlukan waktu untuk menciptakan wanita ini..?"
Allah menjawab :
"Apakah kamu memperhatikan seluruh keistimewaan dan seluruh sifat yang ada pada ciptaan-Ku ini? Ciptaan ini harus memiliki lebih dari 200 organ yang selalu bergerak agar bisa menjalankan semua tugasnya. Ciptaan ini kelak harus mampu melayani suaminya, menjaga harta keluarga dan menjadi ratu di rumah tinggalnya. Ciptaan ini kelak harus mampu membuat enak segala macam makanan yang dihidangkan. Dia harus kuat mengandung anak dan sanggup melahirkan berkali-kali. Dia harus memberikan cinta yang bisa menyembuhkan rasa sakit. Dia harus bisa melakukan segala sesuatu hanya dengan 2 tangannya."
Malaikat terkejut dan berkata : "Hanya dengan 2 tangan… 2 tangan! ini adalah hal yang mustahil..."
Allah terus melanjutkan ciptaan-Nya. lalu kepada malaikat, Allah berfirman :
"Tunggulah sampai besok aku akan menyelesaikan semuanya. Tunggulah sebentar!!! Ciptaan ini akan segera selesai. Dia ini akan selalu dekat dengan Aku. Dia bisa menyembuhkan dirinya saat jatuh sakit. Dia bisa bekerja sepanjang hari dan malam..."
Malaikat mendekati wanita yang sudah tercipta dan memegangnya, lalu bertanya kepada Allah : "Ya Allah, Engkau jadikan wanita ini sangat lembut!"
Allah menjawab :
"Ya, sesungguhnya dia sangat lembut, tetapi Aku jadikan dia sangat kuat. Kamu tidak bisa menggambarkan sampai dimana kekuatannya, dia mampu menanggung beban dan menahan diri untuk bersabar."
Malaikat bertanya: "Apakah dia bisa berpikir?"
Allah menjawab :
"Tidak hanya berpikir, dia pandai mengambil hati dan pandai berbicara, dia bisa berdialog dan juga bisa berdebat."
Malaikat memegang pipi wanita itu dan merasa asing, kemudian bertanya kepada Allah :"Ya Allah mengapa pipinya ranum dan berkilau..?"
Allah menjawab :
"Pipi itu bukan semata ranum dan berkilau. Di situ tersimpan air mata… dan di situ terletak banyak beban berat."
Malaikat bertanya : "Kenapa mengalirkan air mata?
Allah menjawab :
"Air mata adalah satu-satunya cara melepaskan beban. Mengalirnya air mata adalah cara untuk mengungkapkan kesedihan, ketidaksenangan, pengaduan, kekecewaan, cinta, kebencian, kerinduan, kesendirian, kebahagian dan segala macam rasa yang ada dalam dirinya..."
Itulah Wanita, ciptaan sang Pencipta yang sungguh dapat disejajarkan dengan Indonesia dalam hal keindahan, kecantikan dan keanggunannya. Kekuatannya tak diragukan lagi untuk menjujung negeri ini kederajat yang lebih tinggi. Ketika Indonesia memperoleh predikat Jamrud Khatulistiwa, maka wahai kau Wanita Indonesia pantaslah kami juluki sebagaimana ia. Karena kau adalah perhiasan dunia, pemberi warna indah bagi pancaran pesonanya maka sudah sepantasnya Jamrud itu menyatu dalam namamu. Nama yang tersemat indah bagi keberadaanmu, bagi kelangsungan kami para lelaki negeri bagi tercerahkannya paradigma kami. Karena kau belumlah ternoda, masih menunggu siapa yang kelak akan memetiknya, karena kau adalah Gadis Khatulistiwa benih calon wanita Indonesia seutuhnya.
Karena kami tahu kau tak akan tega membelah dunia, dan kami sadar hati kami (pria) akan terbelah dengan sendirinya. Terbelah oleh garisan imajinasi yang engkau pancarkan dari tingkah lakumu, tutur katamu dan pesona Ayumu. Ini jelas bukan salahmu namun karena sebab dari titik lemahku (pria) yang tak mampu menyembunyikan fitrahnya dan mungkin hanya terungkapkan dalam sebuah rasa kekaguman. Biarlah kau tumbuh dewasa, keluar dari kepompong sifat gadismu untuk terbang kedunia wanitamu. sehingga Negeri Khatulistiwa ini benar-benar terhiasi oleh warna-warni kepakan sayap auramu untuk menuju tinggi dan luasnya langit persada nusa. Karena kehadiranmu menjadi pondasi berfikir para pejantan negeri untuk berkarya dalam memajukan Indonesia Tercinta.
"Terjadi percakapan antara Allah dan Malaikat-Nya mengenai makhluk ciptaan-Nya: WANITA!! ALLAH memerlukan waktu yang cukup untuk menciptakan wanita...padahal boleh saja Allah menyatakan "Kun, Fayakun"... jadilah, maka jadilah... tetapi Allah Maha Bijaksana, memberikan pelajaran & pengajaran kpd manusia bahwa apa pun yang hendak dibuat harus tersedia waktu yang cukup dan perlu proses.
Malaikat menghadap Allah dan bertanya: "Ya Allah, mengapa memerlukan waktu untuk menciptakan wanita ini..?"
Allah menjawab :
"Apakah kamu memperhatikan seluruh keistimewaan dan seluruh sifat yang ada pada ciptaan-Ku ini? Ciptaan ini harus memiliki lebih dari 200 organ yang selalu bergerak agar bisa menjalankan semua tugasnya. Ciptaan ini kelak harus mampu melayani suaminya, menjaga harta keluarga dan menjadi ratu di rumah tinggalnya. Ciptaan ini kelak harus mampu membuat enak segala macam makanan yang dihidangkan. Dia harus kuat mengandung anak dan sanggup melahirkan berkali-kali. Dia harus memberikan cinta yang bisa menyembuhkan rasa sakit. Dia harus bisa melakukan segala sesuatu hanya dengan 2 tangannya."
Malaikat terkejut dan berkata : "Hanya dengan 2 tangan… 2 tangan! ini adalah hal yang mustahil..."
Allah terus melanjutkan ciptaan-Nya. lalu kepada malaikat, Allah berfirman :
"Tunggulah sampai besok aku akan menyelesaikan semuanya. Tunggulah sebentar!!! Ciptaan ini akan segera selesai. Dia ini akan selalu dekat dengan Aku. Dia bisa menyembuhkan dirinya saat jatuh sakit. Dia bisa bekerja sepanjang hari dan malam..."
Malaikat mendekati wanita yang sudah tercipta dan memegangnya, lalu bertanya kepada Allah : "Ya Allah, Engkau jadikan wanita ini sangat lembut!"
Allah menjawab :
"Ya, sesungguhnya dia sangat lembut, tetapi Aku jadikan dia sangat kuat. Kamu tidak bisa menggambarkan sampai dimana kekuatannya, dia mampu menanggung beban dan menahan diri untuk bersabar."
Malaikat bertanya: "Apakah dia bisa berpikir?"
Allah menjawab :
"Tidak hanya berpikir, dia pandai mengambil hati dan pandai berbicara, dia bisa berdialog dan juga bisa berdebat."
Malaikat memegang pipi wanita itu dan merasa asing, kemudian bertanya kepada Allah :"Ya Allah mengapa pipinya ranum dan berkilau..?"
Allah menjawab :
"Pipi itu bukan semata ranum dan berkilau. Di situ tersimpan air mata… dan di situ terletak banyak beban berat."
Malaikat bertanya : "Kenapa mengalirkan air mata?
Allah menjawab :
"Air mata adalah satu-satunya cara melepaskan beban. Mengalirnya air mata adalah cara untuk mengungkapkan kesedihan, ketidaksenangan, pengaduan, kekecewaan, cinta, kebencian, kerinduan, kesendirian, kebahagian dan segala macam rasa yang ada dalam dirinya..."
Itulah Wanita, ciptaan sang Pencipta yang sungguh dapat disejajarkan dengan Indonesia dalam hal keindahan, kecantikan dan keanggunannya. Kekuatannya tak diragukan lagi untuk menjujung negeri ini kederajat yang lebih tinggi. Ketika Indonesia memperoleh predikat Jamrud Khatulistiwa, maka wahai kau Wanita Indonesia pantaslah kami juluki sebagaimana ia. Karena kau adalah perhiasan dunia, pemberi warna indah bagi pancaran pesonanya maka sudah sepantasnya Jamrud itu menyatu dalam namamu. Nama yang tersemat indah bagi keberadaanmu, bagi kelangsungan kami para lelaki negeri bagi tercerahkannya paradigma kami. Karena kau belumlah ternoda, masih menunggu siapa yang kelak akan memetiknya, karena kau adalah Gadis Khatulistiwa benih calon wanita Indonesia seutuhnya.
Karena kami tahu kau tak akan tega membelah dunia, dan kami sadar hati kami (pria) akan terbelah dengan sendirinya. Terbelah oleh garisan imajinasi yang engkau pancarkan dari tingkah lakumu, tutur katamu dan pesona Ayumu. Ini jelas bukan salahmu namun karena sebab dari titik lemahku (pria) yang tak mampu menyembunyikan fitrahnya dan mungkin hanya terungkapkan dalam sebuah rasa kekaguman. Biarlah kau tumbuh dewasa, keluar dari kepompong sifat gadismu untuk terbang kedunia wanitamu. sehingga Negeri Khatulistiwa ini benar-benar terhiasi oleh warna-warni kepakan sayap auramu untuk menuju tinggi dan luasnya langit persada nusa. Karena kehadiranmu menjadi pondasi berfikir para pejantan negeri untuk berkarya dalam memajukan Indonesia Tercinta.
Sehingga Buku-buku geografi yang sudah usang tertumpuk dalam lemari, sekirannya bisa dilakukan perbaikan dan penambahan. Bukan untuk membuatnya menjadi baru namun menyelipkan pemahaman menganai predikat Jamrud Khatulistiwa tak hanya disematkan untuk Indonesia saja, tapi juga bagi para gadis/ wanitanya yang mempunyai andil yang besar dalam mengerek negeri menjadi Negeri yang berdikari. Untukmu, Indonesia patut berbangga punya backup perhiasan (jamrud) tiada tara dan sudah sepantasnya kami berujar "Beruntunglah Indonesia Memilikimu".
Inspired By: U
"Biarlah kau tumbuh natural sebagaimana engkau di ciptakanNya, karena kami mengagumi dari sisi yang tak pernah engkau Mengerti" Anonym
Inspired By: U
D'Masiv - Natural
"Biarlah kau tumbuh natural sebagaimana engkau di ciptakanNya, karena kami mengagumi dari sisi yang tak pernah engkau Mengerti" Anonym

Tidak ada komentar:
Posting Komentar