Sedikit menukil dari ucapan sesepuh yang kini masih samar terngiang didalam memori ingatan. Bahwa kelak di akhir zaman atau mungkin mereka [sesepuh] lebih spesifik menyabutnya hari Kiamat, akan terjadi huru hara yang disebabkan oleh al masih Dajal. Konon Dengan seluruh tipu daya kekuatan yang dia punya, ia bahkan mampu membuat surga dan neraka di genggamannya. sehingga orang-orang yang lemah iman akan dapat dengan mudah masuk ke dalam surga dajal yang berarti mengabaikan perkara menggapai surga Allah SWT dan sebaliknya. Hari-hari itu dipenuhi dengan fitnah yang akan membuat keimanan akan dengan mudah tergoyahkan.
Mereka [sesepuh] menambahkan bahwa dajal akan datang ke seluruh penjuru dunia dan akan memasuki setiap pelosok desa. Mereka cenderung lebih memaparkan kedatangan dajal ke setiap desa untuk membuat huru hara yang akan mengancam jiwa mereka. sehingga solusi yang akan menyelamatkan setiap individu diwaktu itu adalah dengan memasuki masjid yang sudah ditutup rapat. karena dajal tidak akan mampu masuk kedalamnya untuk mengganggu atau mengancam keselamatan penduduk desa. Sehingga keberadaan dajal sebagai pengacau dapat ditangkal dengan keberadaan masjid itu.
Apakah semudah itu?? Menurut Ustadz Sigit Pranowo Lc dalam "EraMuslim-Ustadz Menjawab" menyebutkan beberapa arahan Nabi saw kepada umatnya agar selamat dari fitnah dajal yaitu:
- Berpegang teguh dengan Dinul Islam
- Mempersenjatai diri dengan keimanan
- Mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah yang baik yang tak satu makhluk pun menyertai-Nya didalamnya. Dajjal adalah seorang manusia yang makan dan minum sedangkan Allah Maha Suci dari hal itu. Dajjal adalah yang cacat matanya sedangkan Allah tidaklah cacat pada mata-Nya dan tak seorang pun pernah melihat Tuhannya hingga meninggalnya sedangkan Dajjal bisa dilihat oleh manusia saat keluarnya baik oleh orang-orang beriman maupun orang-orang kafir.
- Berlindung dari fitnah Dajjal khususnya didalam shalat, sebagaimana terdapat didalam berbagai hadits shahih,Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,”Apabila salah seorang dari kalian bertasyahud maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal.” Dia berkata :اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِDst!! Cek This Out Full Version
ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAMA WAMIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WAMIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL
Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukanfitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” HR. Muslim No. 924Dibaca Sebagai Do'a Ketika Tasyahud Akhir **
Sebenarnya apa yang diutarakan turun temurun dari para sesepuh tentang Peristiwa Fitnah Ad Dajal dan berkaitan dengan Keberadaan masjid itu tidak sepenuhnya Tidak tepat. Keberadaan masjid terutama di Desa-desa menurut kapasitas pengalaman, mereka prediksi kedepan akan mengalami kemunduran kemakmuran atau kemajuan/ penyempitan shaff yang signifikan. Artinya masjid lambat laun akan di tinggalkan oleh banyak jamaahnya. sehingga keberadaan masjid akan benar-benar termarjinalkan fungsinya sebagai tempat mengerjakan sunah muakhadah sholat jamaa'ah, tempat menjalin ukhuwah, berbagi ilmu dan hikmah dll berganti hanya sebagai penampung ritual sunah periodik seperti sholat Hari raya, Sholat jum'at bagi kaum pria. Jadi, pendapat subjectif pemahaman para sesepuh tentang perkara tersebut lebih cenderung menjurus kepada tindakan yang prefentif dengan cara menghembuskan Pemahaman yang perlu dicerna dengan ilmu dan pemikiran.
Hal tersebut dikuatkan dengan kedudukan masjid yang tidak bisa dijamah dan dimasuki dajal hanyalah MasJid Nabawi (madinah) dan Masjidil Haram (Mekah) lihat point 6 dalam website Era muslim. Sehingga pendapat masjid diseluruh dunia atau pelosok desa tidak bisa di masuki dajal perlu dicerna kembali dengan kita menimba ilmu tentang perkara-perkara tersebut. Mereka sebenarnya bertujaun mulai ingin mengembalikan masjid kepada fungsi hakikinya agar benar-benar termakmurkan untuk menangkal semua fitnah dunia yang sekarang ini mulai bermunculan untuk melalaikan umat umumnya.
Akhirnya, Marilah kita Makmurkan masjid sebagaimana fungsi kedudukannya. Yaitu sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah karena itu Adalah bait-baitnya, tempat menimba ilmu dan hikmah karena Rasulullah dan para sahabatnya telah memberikan Ibrah (pelajaran) daripadanya dan tempat menjalin ukhuawah islamiah karena masjid tak perlu membayar untuk mengadakan reonian/gethering/ pertemuan. <Wallahu a'lam>. Mari kita Makmurkan dengan mendirikan Jama'ah di setelah adzan dan ikhamahnya, menghadiri mubahalah ilmu yang di selenggarakan disana dll, karena Allah sang pemilik bait jelas lebih tahu memakmurkan hamba-hambanya yang telah ikhlas memakmurkan rumahNya.
Tulisan ini hanya berisi tentang pendapat dari pengalaman yang saya alami secara personal. silahkan Klarifikasi dari sumber kredibel tentang Perkara Fitnah Dajal kedudukan masjid. Afwan segala khilaf..
Hal tersebut dikuatkan dengan kedudukan masjid yang tidak bisa dijamah dan dimasuki dajal hanyalah MasJid Nabawi (madinah) dan Masjidil Haram (Mekah) lihat point 6 dalam website Era muslim. Sehingga pendapat masjid diseluruh dunia atau pelosok desa tidak bisa di masuki dajal perlu dicerna kembali dengan kita menimba ilmu tentang perkara-perkara tersebut. Mereka sebenarnya bertujaun mulai ingin mengembalikan masjid kepada fungsi hakikinya agar benar-benar termakmurkan untuk menangkal semua fitnah dunia yang sekarang ini mulai bermunculan untuk melalaikan umat umumnya.
Akhirnya, Marilah kita Makmurkan masjid sebagaimana fungsi kedudukannya. Yaitu sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah karena itu Adalah bait-baitnya, tempat menimba ilmu dan hikmah karena Rasulullah dan para sahabatnya telah memberikan Ibrah (pelajaran) daripadanya dan tempat menjalin ukhuawah islamiah karena masjid tak perlu membayar untuk mengadakan reonian/gethering/ pertemuan. <Wallahu a'lam>. Mari kita Makmurkan dengan mendirikan Jama'ah di setelah adzan dan ikhamahnya, menghadiri mubahalah ilmu yang di selenggarakan disana dll, karena Allah sang pemilik bait jelas lebih tahu memakmurkan hamba-hambanya yang telah ikhlas memakmurkan rumahNya.
Tulisan ini hanya berisi tentang pendapat dari pengalaman yang saya alami secara personal. silahkan Klarifikasi dari sumber kredibel tentang Perkara Fitnah Dajal kedudukan masjid. Afwan segala khilaf..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar