Sebuah judul sumbang mengenai hobi yang
kini sedang naik daun ini, mungkin tak akan membuat surut bagi mereka yang
ingin segera posting di jejaring, mengganti Foto Profil ataupun upload di blog
masing-masing. Judul yang seakan membuka tragedi lama bagi mereka yang
benar-benar kembali,kembali menghadap kehadirat ilahi karena sebab tempat yang
begitu berkesan untuk membagi cerita disetiap perjalanannya dan menjadi
kebanggaan disetiap pencapaiannya. Judul ini seakan ingin menjelaskan bahwa
Gunung memang sarat dengan semua itu karena sang Khaliq memang sudah melekatkan
hikmah bagi setiap apa yang ia ciptakan, termasuk gunung. Menjadi pelajaran
bagi mereka yang benar-benar memahami dan berfikir atas apa yang telah
diciptakanNya. Tapi mungkin tidak setiap orang (pendaki) faham dengan apa yang
seharusnya mereka peroleh dari gunung tersebut termasuk diri ini. Foto, Kenangan,
Kesenangan mungkin hanya merupakan kulit dari buah yang seharusnya mereka
nikmati dan hal lain yang lebih berharga tak kunjung mereka dapatkan. Gunung
seakan hanya menjadi pelampiasan apa yang mereka ingin rasakan tanpa ingin
mengetahui apa yang alam inginkan. Sebuah kondisi berat sebelah ini akan
bertambah ketika ego begitu dipaksakan dan kurangnya pengetahuan untuk memahami
kembali atas apa yang mereka terima. Puncaknya ketika mereka telah memperoleh
apa yang mereka inginkan mereka enggan untuk memberikan apa yang gunung
butuhkan. Akhirnya, gunung begitu terluka oleh mereka yang mengatakan diri
sebagai pecinta!!! sampah dimana-mana, coretan penuh menghiasi, fasilitas alam
kumuh tak terurus. Menjadi bukti mereka tak ingin pernah mengerti atas semua
yang seharusnya dilakukan dan tak ingin kembali kepada fitrah diri juga alam
ini. Judul ini setidaknya ingin mengajak kita untuk benar-benar kembali ke Alam.
Alam tidak meminta untuk didaki, kitalah yang menginginkannya untuk berada
disana dengan menjadi orang asing bagi sesuatu yang telah dahulu tinggal. Tak jarang
kehadiran kita hanya menjadi kerugian bagi mereka, mengusik ketentraman alam
raya dengan pemahaman dangkal akan arti sebuah petualangan. Jadikan alam
sebagai tempat kembali, kembali memperoleh jati diri tanpa merusak apa yang
telah sang pencipta karuniakan. Alam
ini, gunung ini, puncak ini hanya kita yang mampu mengusahakan. Salam
lestari!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar